No image available

Pengertian BPH atau Pembesaran Prostat Jinak

Sebelum membahas lebih banyak terkait BPH, alangkah baik jika Anda perlu ketahui terlebih dahulu tentang Pengertian BPH atau merupakan singkatan Benign Prostate Hyperplasia.Penyakit seperti apakah itu? Serta dampaknya bagi kesehatan tubuh manusia. Berikut ini uraian singkatnya.

Pengertian BPH atau pembesaran prostat jinak

Pertama perlu Anda ketahui banyak istilah penyebutan BPHatau Benign Prostate Hyperplasi atau pada bahasa Indonesianya juga sering disebut dengan pembesaran prostat jinak. 

Terlepas dari semua itu pengertian PBH atau pembesaran prostat jinak merupakan sebuah kondisi dimana penderita yang mengalami penyakit tersebut akan terjadi kondisi pembengkakan pada kelenjar prostat. 

Namun penyakit Benign Prostate Hyperplasi tidak bersifat kanker atau terjadi akibat adanya sel-sel yang abnormal walaupun ada pihak yang menduga sebagai kondisi yang dapat memicu terjadinya kanker. Perlu Anda ketahui sebelumnya bahwa kelenjar prostat  berfungsi untuk memproduksi air mani dan posisinya terletak pada rongga pinggul antara penis dan kandung kemih.

Karena kelenjar prostat ini hanya dimiliki oleh laki-laki. Oleh karenanya PBH itu hanya akan dialami oleh Laki-laki. Namun fakta dilapangan ditemukan bahwa Pada banyak kasus PBH atau pembesaran prostat jinak menyerang pada umumnya adalah pada seorang laki-laki dengan usia di atas 50an tahun.

Sebelumnya perlu Anda ketahui juga bahwa pada sistem kemih yang terjadi pada laki-laki terdapat sebuah saluran yang berfungsi sebagai tempat membuang urin atau dalam istilahnya lebih dikenal dengan uretra. Pada jalur pembuangan urin ini akan melewati kelenjar prostat. Jadi, bisa Anda bayangkan saat seseorang mengalami Benign Prostatic Hyperplasia sehingga terjadi pembesaran pada kelenjar prostatnya

Maka jelas hal ini akan berpengaruh pada saluran pembuangan urin tersebut sehingga jika kondisi ini tetap dibiarkan terjadi terus menerus maka akan menyebabkan penyempitan pada saluran uretra ini. Pada hal ini akhirnya akan mengakibatkan sebuah kondisi dimana aliran atau saluran pada saat buang air kecil atau lebih tepatnya pada keluarnya urin akan tersumbat. Dan hal tersebut menyebabkan otot-otot kandung kembih membesar

Padahal urin pada tubuh manusia harus segera dikeluarkan dan tidak bisa menumpuk pada tubuh karena itu adalah sisa sisa pada proses yang sudah tidak lagi dibutuhkan tubuh. 

Faktor yang menyebabkan seseorang mudah  terserang atau faktor pemicu timbulnya BPH yang perlu untuk diwaspadai adalah beberapa sebagai berikut ini.

  • Faktor penyakit lain dan usia

Salah satu yang sering dijumpai pada kasus Benign Prostatic Hyperplasia terjadi orang-orang berusia 50 tahun ke atas. Selain itu juga pada orang yang menderita penyakit pemicu lainnya seperti sakit jantung dan bahkan juga diabetes. Selain itu juga bisa dipicu oleh karena genetik atau keturunan.

Jika sudah berbicara mengenai faktor pemicu Benign Prostatic Hyperplasia maka Anda juga harus mengetahui sebenarnya apa penyebab munculnya penyakit Benign Prostatic Hyperplasia pada laki-laki ini. 

  • Kurang olahraga

Pertama akan mudah memicu Benign Prostatic Hyperplasia karena penderita kurang melakukan aktifitas layaknya berolahraga atau mereka yang mengalami obesitas. 

Walaupun dalam dunia kedokteran hingga sampai saat ini belum diketahui penyebab pastinya PBH atau Benign Prostatic Hyperplasia. Namun ada beberapa dugaan terkait dengan kondisi yang menyebabkan PBH ini yatu karena adanya perubahan pada kadar hormon seksual seiring dengan  penuaan pada manusia itu sendiri.

Demikianlah terkait dengan pengertian PBH atau Benign Prostate Hyperplasia dan dalam istilah bahasa indonesia dikenal denganpembesaran prostat jinak yang bisa menambah wawasan Anda sekaligus uraian mengenai faktor pemicu dan penyebab PBH juga dampak yang akan diperoleh penderita saat mengabaikan penyakit ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *